Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Muhsin Mujtahid Syabstari salah seorang anggota Majelis Ahli Forum Internasional Ahlulbait as diberitakan meninggal dunia pada Rabu (17/11) dalam usia 84 tahun.
Ia dalam tahun-tahun akhir usianya setelah tidak lagi menjabat wakil Wali Faqih di kota Tabriz Iran, bermukim di Tehran ibukota Iran. Disebutkan Ayatullah Syabstari meninggal dunia karena gagal jantung. Ia sempat mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Tehran.
Ayatullah Muhsin Mujtahid Syabstari adalah salah seorang murid Imam Khomeini yang juga melibatkan dirinya dalam aktivitas politik dan keagamaan. Setelah revolusi Islam Iran, ia banyak memegang jabatan penting, seperti duduk di Majelis Syura Islami.
Pada tahun 1994, ia diangkat oleh Wali Faqih untuk menjadi Imam Jumat di Tabriz dan tetap memegang posisi ini sampai pada bulan Juni 2017. Ia juga pernah menjabat sebagai ketua Majelis Ahli Forum Internasional Ahlulbait as, anggota Jami'a Ruhaniyat Mubarez, menjabat sebagai wakil warga Tabriz di Majelis Khubregan selama beberapa periode dan juga pernah menjadi anggota di Dewan Penegasan Kebijaksanaan.
Riwayat Hidup Singkat
Ayatullah Muhsin Mujtahid Syabsytari adalah putra dari Ayatullah Haj Mirza Kazhim Agha Mujtahid dan cucu dari Ayatullah Haj Mirza Ali Asyraf. Lahir pada tahun 1937 di kota Syabstar.
Ayahnya Ayatullah Mirza Kazhim Mujathid adalah salah seorang ulama marja taklid di Azerbaijan dan kakeknya Ayatullah Mirza Ali Asyraf adalah murid dari Syaikh Anshari.
Almarhum Muhsin Mujtahid Syabstari menyelesaikan pendidikan dasarnya di kampung halamannya dan pendidikan menengahnya diselesaikan di Tabri. Pada tahun 1953, untuk melanjutkan pendidikan keagamaannya di tingkat yang lebih tinggi ia berhijrah ke Qom, salah satu pusat pendidikan Syiah.
Ia menyelesaikan pendidikan hauzawinya termasuk pelajaran tingkat tinggi dan ushul di bawah bimbingan ulama-ulama besar di Qom saat itu. Diantaranya Ayatullah al-Uzhma Burujerdi, Imam Khomeini, Sayid Muhammad Reza Gulpaygani, Sayid Muhammad Muhaqqiq Damad dan Mirza Hasyim Amuli. Pada pelajaran filsafat dan tafsir ia adalah murid dari Allamah Thabathabai. Sementara ilmu akhlak ia timba dari Ayatullah Husain Fatimi Qummi dan Syaikh Abbas Tehrani.
Pada tahun 1972, karena ajakan dari sejumlah warga Tehran, ia pun pindah ke Tehran dan menjadi imam di masjid Thalaciyan dan juga mengajarkan ilmu agama pada warga setempat.
Aktivitas Politik
Ayatullah Mujtahid Syabstari sejak awal dibentuknya Jami'ah Ruhaniyat Mubarez (Perkumpulan Ulama Pejuang) Teheran sejak awal, ia telah memainkan peran penting dalam mempersiapkan selebaran dan mengorganisir demonstrasi yang diselenggarakan oleh organisasi ini melawan rezim Pahlevi.
Karena aktivitas politiknya dan disebut telah melakukan aksi propaganda melawan pemerintah ia ditangkap oleh SAVAK (dinas intelijen rezim Pahlevi). Setelah dibebaskan aktivitasnya melawan rezim tidak berhenti sehingga ia berulangkali mengalami penangkapan dan pemenjaraan. Diantara pemenjaraan yang dialaminya adalah pada bulan Ramadan tahun 1977. Ia ditangkap bersama 21 orang lainnya dari kalangan ulama Tehran yang memicu demonstrasi besar-besaran warga Tehran.
Setelah kemenangan revolusi Islam Iran, Ayatullah Syabstari tetap setia mendampingi Imam Khomeini dan berada disisi Ayatullah Ali Khamanei dalam menjaga dan mempertahankan sistem pemerintahan Islam di garis terdepan. Perjuangannya yang paling epik adalah ketika ia mengorganisir warga Tabriz menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 29 Desember 2009 untuk mendukung revolusi dan Wilayatul Faqiih.
Jabatan-Jabatan yang Pernah Dipegang
Ayatullah Mujtahid Syabstari setelah kemenangan revolusi Islam Iran, ia menjabat salah satu anggot Komite Revolusi Islam di Manteqeh 6 Teheran. Pada pemilihan pertama Majalis Syura Islami, ia menjadi wakil dari warga Teheran dan terpilih menjadi anggota parlemen. Ia menduduki posisi ini beberapa periode.
Pada pemilihan ketiga Majelis Khubregan Rahbari (Dewan Ahli Kepemimpinan), Ayatullah Syabstari terpilih sebagai wakil dari Azerbaijan Timur, dan menjabat posisi ini selama tiga periode.
Pada tahun 1994 ia diangkat oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei sebagai wakil Wali Faqih di provinsi Azerbaijan Timur dan menjadi Imam Jumat di kota Tabriz. Amanah ini dijalankannya sampai pada tahun 2017.
Pada November 2012, ia terpilih menjadi ketua Dewan Tertinggi Forum Internasional Ahlulbait as menggantikan Ayatullah Misbah Yazdi. Ini berlangsung sampai Oktober 2019.
Ayatullah Mujtahid Syabstari juga pernah menjadi anggota di Dewan Penegasan Kebijaksanaan atas penunjukkan Ayatullah Sayid Ali Khamanei.
Aktivitas Keilmuan
Sebagai ulama, Ayatullah Mujtahid Syabstari banyak menghabiskan waktunya di dunia kepedindikan agama. Ia menjadi tenaga pengajar di Hauzah Ilmiah Qom dan setelah itu ia juga mengajar ilmu-ilmu agama di Teheran.
Selama 3 tahun ia pernah mengajar di Fakultas Teologi Universitas Teheran di samping juga mengajar pelajaran fikih di Tabriz dan Teheran. Di Teheran ia mengajar di Madrasah Ilmiah Ayatullah Irwani sementara di Tabriz ia mengajar di Jami'ah Islami Tabriz.
Beberapa karya ilmiah yang telah dihasilkannya dalam berbagai bidang keagamaan seperti tafsir, akidah, fiqh dan ushul:
- Tafsir surah Jum'ah dan Munafikin
- Pandangan interpretatif tentang surah al-Fatihah dan al-Ikhlas.
- 'Ibad al-Rahman
- Manifestasi Cahaya
- Wilayah Faqih, Kelanjutan Wilayah Imam
- Sikap terhadap budaya publik dalam masyarakat Islam
- dan lain-lain
Wafat
Pada hari rabu 17 November 2021 bertepatan dengan 11 Rabiul Tsani 1443 H dan 26 Aban 1400 HS, Ayatullah Mujtahid Syabstari meninggal dunia dalam usia 84 tahun. Disebutkan gagal jantung menjadi penyebab kematiannya.